PR Digital

PR Digital

Perbedaan PR Digital dengan Tradisional PR

Perbedaan PR Digital dengan Tradisional PR – Media komunikasi telah bertranformasi dari yang berbasis tradisional berubah menjadi digital. Hal ini mendorong public relation atau dikenal dengan singkatan PR untuk mengubah pola pikir dalam melakukan pkekerjaanya. Kehadiran teknologi dan digital bukanlah menjadi ancaman bagi PR. Sebaliknya, digital hadir sebagai berkah untuk membuat kemajuan yang baik. PR dengan basis digital akan jauh dalam hal menjangkau audiens sesuai profil yang didinginkan. Kritik dan saran dari audiens juga mudah tersampaikan.

Tidak ada yang lebih baik antara tradisional PR atau digital PR. Semua harus mampu berjalan dengan imbang. Dengan adanya kemajuan digital, tentu saja akan menjadi tantangan bagi PR. Mereka harus mampu mengintegrasikan pendekatan antara PR digtal dan PR tradisonal. Sebenarnya tidak yang berubah dalam sistem. Masih sama yang mana bergerak dalam hal menyampikan pesan. Adapaun, perbedaan terbesar terletak pada media. Oleh karena itu, agar pesan dapat tersampaikan dengan baik, PR harus dapat menyampaikannya sesuai dengan media yang digunakan. Berikut ulasan mengenai apa saja perbedaan dari PR digital dan PR tradisional.

Perbedaan Pr digital dan PR tradisional

Bagi yang telah terjun lama dalam dunia public relation, tentu saja harus meningkatkan kompetensi untuk dapat bertransformasi dan mengikuti kemajuan teknologi. kira-kira apa saja yang berubah dan bagaimana mengatasi tantangannya.

  • Media

Media menjadi yang perubahan utama. Pada PR tradisional komunikasi menggunakan media tanpa harus dengan internet. Fokus jangkauan pada media tradisional seperti TV, koran, majalah, radio dan lain-lain. Media-media tersebut telah dianggap mampu untuk mengenalkan produk kepada masyarakat. Sebaliknya, Internet menjadi yang utama pada komunitas digital PR. Media yang digunakan yaitu media online seperti blog, social media, dan platform digital lainya. Dengan memanfaatkan internet dan bekerja sama dengan para influencer, tentu saja akan menjangkau lebih banyak dari pada tradisional PR. Selain itu, digital PR unggul dalam mengetahui seberapa banyak orang menerima pesan yang disampaikan. Sayangnya, pada dunia digital masih marak dengan hoax. Ini yang menjadi tantangan tersendiri.

  • pesan

Dalam penyampaian pesan promosi, PR tradisional lebih mencolok. Dengan gamblang menyebarkan berbagai keunggulan sebuah produk. Sehingga, untuk mendapatkan target pasar yang tepat membutuhkan sebuah riset. Namun, pada PR digital pendekatan dalam menyampaikan pesan sedikit dimodifikasi atau melalui konten. Para PR melakukan pendekatan yang lebih halus. Mereka juga bekerja sama dengan para influencer yang memiliki banyak followers. Sehingga, promosi lebih menjangkau banyak orang dan terkesan tidak membosankan.

  • Format

Format dalam penyampaian pesan PR tradisional mengandalkan sirkulasi, keterbacaan serta rating dalam menentukan target konten. Berbeda dengan digital PR, jumlah pengikut serta karakter pembaca menjadi pertimbangan. PR tradisional menulis siaran pers dan memberikanya kepada wartawan. Namun, sekarang ada inovasi baru yang dilakukan melalui digital. Diantaranya menyampaikan press release melalui media social, bekeja sama dengan para influencer, mengkombinasikan antara visual dengan pesan sebuah brand, dan inovasi lainya.

  • Tools

Ada kesulitan dalam mengukur keberhasilan kampanye dalam PR tradisional.  Berbeda dengan PR digital, internet memudahkan dalam mengatur keberhasilan kampanye. Diantaranya mengetahui melalui engagement dalam media sosial. Mengetahui jumlah klik, kunjungan, likes, pengikut atau followers, balasan dan lain-lain. selain itu, ada ROI atau return on investment yakni hasil yang didapat dari investastasi kampanye digital.

Nah, itulah perbedaan antara PR digital dan PR tradisional. Dengan dunia digital yang terus berkembang pesat, PR tradisional masih tetap efektif dan relevant. Selain itu, berintegrasi dengan PR digital agar dapat berkembang. Dalam PR digitalpun mesti terus mengembangankan kompetensi mengenai platform-platform digital. Tentu saja, pertumbuhan media online sebagai media promosi harus diseimbangkan dengan tingkat profesionalisme media. Semoga ulasan diatas dapat memberikan inspirasi bagi Anda. semoga bermanfaat.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.